Masa Depan Wartawan dan Industri Pers Indonesia

Realme 3 Pro, Tiang Pancang Realme Tundukan Redmi di Indonesia?

BaruTekno ID - Halo Sob, ini adalah artikel pertama kami, sebelumnya kami dari BaruTekno ID - Referensi Berita Teknologi No. 1 di Indonesia mengucapkan “Selamat Datang Sobat Tekno,” sekilas info, pada blog ini Sobat akan mendapatkan berbagai berita dan informasi terbaru seputar dunia teknologi, kami juga ada di Facebook, Instagram, Twitter, YouTube dan Aplikasi UC News.

Sejarah Singkat Xiaomi 

Xiaomi HQ
Xiaomi HQ - DroidLime
Xiaomi Inc. (Hanzi: 小米科技; Pinyin: Xiǎomĭ Kējì, yang secara harfiah disebut "Teknologi Xiaomi", atau "Teknologi Beras Kecil" adalah sebuah perusahaan elektronik swasta milik pribadi yang berasal dari Negeri Tirai Bambu Tiongkok yang memiliki kantor pusat di Beijing. Perusahaan ini sendiri pada awal berdirinya berdedikasi untuk menciptakan pengalaman pengguna dari segala aspek.
Xiaomi didirikan pada tahun 2010, yang dengan ajaibnya dalam waktu singkat perusahaan ini mampu menjadi salah satu perusahaan teknologi yang terkemuka di Tiongkok. Hingga kini Xiaomi disebut sebagai distributor smartphone terbesar ke-3 di Dunia, yang tidak hanya menjual telepon pintar, akan tetapi Xiaomi juga merancang dan mengembangkan aplikasi seluler, serta alat elektronik konsumen lainnya.
Sejak merilis smartphone pada bulan Agustus tahun 2011 lalu, Xiaomi telah memperoleh pangsa pasar besar di Tiongkok daratan. Lei Jun sang Pendiri serta CEO dari Xiaomi disebut sebagai orang terkaya ke-23 di Tiongkok menurut Majalah Forbes. Perusahaan ini kini telah bernilai lebih dari 10 miliar USD dan memiliki lebih dari 5000 orang karyawan, yang berasal dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, India, Filipina, dan juga Indonesia.
Menurut laporan IDC, Xiaomi pada saat ini merupakan produsen smartphone terbesar ketiga yang ada di dunia diikuti oleh Lenovo dan juga LG yang masing-masing berada pada urutan keempat dan kelima. Sementara itu Samsung masih tetap ada diurutan pertama meskipun tercatat produksinya mengalami penurunan, begitupun perusahaan Apple yang ada di urutan kedua.
Xiaomi juga sukses menjadi vendor smartphone terbesar di Tiongkok pada tahun 2014 lalu. Pada tahun 2014 itu juga, Xiaomi mengumumkan akan memperluas pemasarannya ke luar Tiongkok. Xiaomi memulai debut internasionalnya dengan menyambangi Singapura, Disana mereka membangun kantor cabang yang dimasa depan akan menjadi pusat dari kegiatan Xiaomi di Asia Tenggara, termasuk peluncuran produk baru dan pusat layanan pengguna.
Redmi dan Mi 3 adalah smartphone yang pertama kali dijual oleh Xiaomi di Singapura, masing-masing diluncurkan pada tanggal 21 Februari dan 7 Maret. Pada penjualan perdana disana, Mi 3 habis terjual dalam waktu 2 menit saja, sebuah rekor yang cukup apik dimasanya. Setelah sukses Singapura, Xiaomi juga mulai masuk ke Malaysia, Filipina, dan India. Kemudian, pada bulan-bulan berikutnya Xiaomi juga masuk ke Indonesia, yang dikemudian hari akan melakukan ekspansi ke Thailand, Rusia, Turki, Brasil, dan juga Meksiko. India dan Indonesia akan menjadi pasar terbesar Xiaomi berikutnya.
Namun itu adalah kisah masa lalu, kini Xiaomi mulai menghadapi langkah yang pelik, bukannya tambah bersinar setelah meluncurkan sub-brand Redmi, Xiaomi malah hampir tersandung menghadapi langkah Realme, sub-brand pendatang baru dari Oppo, saudara sekampung Xiaomi yang kelihatannya tidak akan akur.

Hadirnya Realme di Indonesia 

Realme 1
Realme 1 - GSMArena
Semuanya berawal dari Oppo yang pada akhirnya mengikuti langkah Huawei yang dinilai cukup sukses dengan sub-brand Honor menghadirkan sub-brand milik mereka dengan nama Realme. Sebuah brand baru yang pada awalnya akan difokuskan pada penjualan secara Online. Kami lansir dari GSMArena, Senin (13/05/2019), smartphone pertama dari sub-brand Oppo itu dilaporkan tersedia secara eksklusif di Amazon India. Smartphone tersebut memiliki nama Realme 1.
Realme 1 sendiri ternyata bukanlah benar-benar produk baru, melainkan sebuah produk rebranding yang sejatinya adalah Oppo A3. Oppo cukup cerdik dengan memanfaatkan kompetitor sekaligus saudara sekampungnya Xiaomi, mereka memanfaatkan momentum perilisan Redmi 5A dengan membuat pertanyaan lelucon "Apakah semua ponsel harga terjangkau terlihat sama?" sambil mempromosikan Realme 1.
Perusahaan asal Tiongkok itu menyindir Redmi 5A yang disebut memiliki desain biasa saja, sementara itu di sisi lain, Oppo memajang sebuah gambar Realme 1 yang tampak memiliki desain yang berbeda dengan warna Diamond Black yang terlihat mewah. Usust punya usut desainnya sendiri ternyata mirip dengan HTC Diamond dan Oppo R1x.
Setelah sukses dengan Realme 1, Oppo melanjutkan promosi brand mereka dengan cara-cara yang biasa mereka lakukan, namun yang awalnya hanya berfokus jualan Online, Oppo mulai menawarkan smartphone Realme secara Offline, yang pada akhirnya kini smartphone Realme telah bertebaran diberbagai negara, termasuk Indonesia.

Realme 3 Pro, Tiang Pancang Realme Tundukan Redmi di Indonesia? 

Realme 3 Pro
Realme 3 Pro - GSMArena
Realme 3 Pro dirilis di Indonesia pada Rabu, 8 Mei 2019, smartphone ini hadir dengan tagline #KecepatanNgebut dan disebut-sebut sebagai smartphone mid-range rasa flagship. Sebutan ini muncul tidak lain dan tidak bukan karena Realme 3 Pro memiliki spesifikasi yang cukup tinggi dengan harga yang cukup murah. Ditawarkan mulai Rp 2.99 Jutaan saja, Realme 3 Pro sudah dibekali dengan chipset Snapdragon 710 AIE yang disokong dengan RAM besar dan Memori Internal super lega hingga 6/128 GB. Selain itu smartphone ini juga memiliki keunggulan pada sektor Fotografi dan daya tahan Baterai.
Untuk masalah fotografi memang tidak perlu diragukan lagi, sebagai sub-brand Oppo, Realme membawa kamera dengan hasil yang cukup bagus bahkan dari kelas terendahnya. Buktinya Realme C1 yang belum lama dirilis dengan harga Rp 1 Jutaan saja juga memiliki hasil kamera yang kompetitif dikelas harganya. Realme 3 Pro dibekali dengan kapasitas baterai yang cukup besar, yaitu 4.045.
Baterai yang berdaya besar ini tidak akan membutuhkan waktu lama untuk dicas karena Realme 3 Pro sudah mendukung pengisian daya cepat dengan dukungan VOOC 3.0 flash charging. Fitur ini menurut pihak Realme mampu mengisi baterai Realme 3 Pro dari 0 hingga penuh 100% dalam waktu pengisian 80 menit saja.
Realme 3 Pro disebut-sebut sebagai Redmi Note 7 killer, smartphone keluaran terbaru dari sub-brand Xiaomi ini kini seperti hilang pamor setelah keberadannya yang tidak jelas dipasaran, hingga harganya yang tidak sesuai dengan harga resmi saat rilis. Realme 3 Pro kini menjadi primadona baru, terbukti dari penjualan flash sale pertama secara Online di Lazada yang ludes dalam waktu 1 menit saja.
Realme 3 Pro memang punya harga dan spesifikasi yang kompetitif, dari segi manapun terbukti sangat pantas disaingkan dengan Redmi Note 7, hadir dengan chipset lebih unggul membuat Realme 3 Pro memiliki Hype yang lebih tinggi dari Redmi Note 7 pada saat ini. Kami pantau di beberapa Website, Forum, Komunitas, dan Group Facebook, Realme 3 & Realme 3 Pro mendapatkan respons yang positif dari sebagian besar member barunya, ada juga sebagian member yang mengaku merupakan pindahan dari brand sebelah, siapa lagi kalau bukan Mifans?
Sebagian besar Mifans adalah pecinta spesifikasi, jadi tidak mengherankan jika mereka beralih ketika melirik ada brand lain yang secara harga dan spesifikasi lebih menjanjikan. Apalagi untuk mendapatkan smartphone dari brand tersebut sangat mudah, tidak harus berebut flash sale atau berburu harga dipasar offline.
Xiaomi harus mulai menganggap serius langkah dari sub-brand Oppo ini, jika terus berdiam dan tak ada langkah kongkrit, bukan tidak mungkin dalam satu atau dua tahun ke depan posisinya akan disalip Realme dipasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Komentar